PT Perta Arun Gas (PAG), anak perusahaan PT Pertamina Gas di bawah Subholding Gas, terus mengakselerasi pengembangan Kawasan Arun Lhokseumawe, Aceh, untuk ditransformasikan menjadi Global Integrated Energy Hub. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkokoh ketahanan energi nasional sekaligus membuka akses pasar energi yang lebih luas di kawasan Asia.
Posisi geografis Arun yang berada di jalur pelayaran internasional dekat Selat Malaka memberikan keunggulan komparatif signifikan bagi perusahaan. General Support Director PAG, M. Yudi Setiawan, menyatakan bahwa lokasi yang sangat strategis ini dimanfaatkan PAG untuk memperluas portofolio layanan berbasis Liquefied Natural Gas (LNG), tidak hanya demi mengamankan pasokan dalam negeri tetapi juga memenuhi permintaan pasar regional.
Dukungan infrastruktur terus diperkuat guna merealisasikan visi tersebut. Salah satunya adalah pengoperasian kembali Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 meter kubik pada awal 2026 pascarevitalisasi. Beroperasinya tangki ini akan meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menampung dan mengelola kargo LNG dalam volume besar, sekaligus membuka peluang bisnis reload, re-export, serta optimalisasi hub LNG.
Saat ini, fasilitas operasional PAG didukung oleh tiga unit regasifikasi bertotal kapasitas 135 MMSCFD, pengisian LNG ISO Tank hingga 10 unit per hari, penampungan kondensat sebesar 2,12 juta barel, hingga layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD). Keandalan ini terbukti dari kinerja 2025 yang mencatatkan realisasi regasifikasi hingga 153 persen dari target RKAP, serta raihan pendapatan konsolidasi audited sebesar USD 104,9 juta dan EBITDA USD 52,08 juta.
Selain pencapaian finansial dan operasional, keandalan fasilitas PAG turut ditopang oleh standar keselamatan kerja tinggi dengan mencatatkan lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013. Ke depan, ekspansi bisnis akan terus diarahkan pada pengembangan breakbulking hingga LNG bunkering guna mengukuhkan peran Arun sebagai simpul penting rantai pasok energi global.