Institut Teknologi Bandung (ITB) memperluas jejaring globalnya dengan menggandeng raksasa industri asal Vietnam, CT Group Corporation. Kolaborasi strategis ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung Rektorat ITB, Bandung, pada Selasa (16/7/2026). Kemitraan ini bertujuan menjembatani riset akademis dengan kebutuhan sektor industri demi melahirkan inovasi teknologi terapan yang berdampak luas bagi pembangunan berkelanjutan.

Kerja sama kedua pihak akan berfokus pada pengembangan teknologi masa depan yang krusial bagi kemandirian teknologi regional. Sektor-sektor prioritas yang dibidik meliputi pengembangan pesawat tanpa awak (UAV), konsep ekonomi ruang udara rendah atau Low-Altitude Economy (LAE), kecerdasan buatan (AI), teknologi semikonduktor, hingga ekosistem manufaktur baterai. Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia seperti nikel dan kobalt akan menjadi modal penting yang dipadukan dengan kekuatan riset ITB serta kapabilitas industri CT Group.

Chairman CT Group Corporation Vietnam, Tran Kim Chung, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi secara mandiri oleh negara-negara ASEAN. Menurutnya, dengan porsi ekonomi ASEAN yang sangat signifikan di tingkat global, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk membangun fondasi teknologi masa depan. Langkah awal dari sinergi ini akan difokuskan pada implementasi konsep LAE dan pengembangan teknologi strategis lainnya yang relevan dengan kebutuhan pasar regional.

Selain riset bersama, kolaborasi ini juga menyasar sektor pendidikan dan pengembangan talenta muda. Mahasiswa ITB nantinya akan mendapatkan akses program magang industri, pengerjaan tugas akhir, beasiswa, hingga peluang rekrutmen langsung. Di sisi lain, kedua institusi juga sepakat membangun laboratorium bersama, pusat inovasi, serta inkubator bisnis untuk mempercepat hilirisasi dan komersialisasi hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.