Tahun pertama Toprak Razgatlioglu di pentas MotoGP tidak berjalan mulus. Setelah melewati 11 seri balapan pada musim 2026, pembalap debutan dari tim Pramac Yamaha ini masih tertatih-tatih di peringkat ke-21 klasemen sementara dengan raihan 12 poin. Meski demikian, performa kurang memuaskan ini tidak hanya dialami oleh Toprak. Tiga pembalap Yamaha lainnya juga menghadapi kendala serupa, dengan Fabio Quartararo berada di posisi ke-14, disusul Alex Rins di peringkat ke-19, dan Jack Miller di posisi ke-20.

Juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali tersebut mengakui bahwa transisi ini merupakan salah satu fase paling menantang dalam karier balapnya. Walau sempat merasa asing dengan atmosfer paddock MotoGP pada awalnya, pembalap asal Turki ini mulai merasa nyaman berkat sambutan hangat dari kru Pramac Yamaha. Di tengah situasi sulit ini, Toprak juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada rekan setimnya, Jack Miller, yang ia nilai sebagai sosok humoris dan tetap rendah hati di tengah ketatnya kompetisi kelas utama.

Namun, Toprak tidak menutupi adanya perbedaan budaya yang cukup mencolok antara WSBK dan MotoGP. Ia menyentil perilaku beberapa kru teknis di MotoGP yang dinilainya kerap bersikap berlebihan. Menurutnya, ada sebagian mekanik di grid yang menganggap diri mereka layaknya superstar, sebuah sikap yang jarang ia temui di kejuaraan dunia Superbike. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap ramah kepada semua orang tanpa harus kehilangan kepribadian aslinya.

Dari sisi teknis, kendala terbesar yang dihadapi pembalap berjuluk "El Turco" ini adalah adaptasi dengan ban Michelin. Berbeda dengan ban Pirelli yang biasa ia gunakan di WSBK dan memberikan rasa percaya diri instan, ban Michelin menuntut pemahaman yang jauh lebih dalam untuk menemukan batas maksimal cengkeramannya. Toprak mengakui dirinya masih dalam proses belajar untuk menyamai insting para pembalap veteran MotoGP yang telah bertahun-tahun menggunakan ban asal Prancis tersebut.

Menatap sisa musim dan masa depan, Toprak tetap optimistis. Ia mencatatkan sejumlah perkembangan positif, salah satunya saat berhasil menyalip pembalap Tech3 KTM, Maverick Vinales, pada balapan di Brno. Fokus utamanya kini adalah memperbaiki posisi start di sesi kualifikasi guna membuka peluang menembus posisi sepuluh besar. Untuk musim depan, Toprak dipastikan menjadi satu-satunya pembalap Yamaha saat ini yang bertahan, di mana ia akan bermitra dengan Izan Guevara di Pramac, sementara tim pabrikan Yamaha akan diperkuat oleh Jorge Martin dan Ai Ogura.