Mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU) menemukan tingginya angka penderita hipertensi pada kelompok lanjut usia di Desa Jilatang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan langsung dari rumah ke rumah terhadap warga berusia 40 hingga 80 tahun, mayoritas dari mereka terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi.
Evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa tingginya kasus hipertensi di wilayah tersebut dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Pola makan tidak seimbang, minimnya aktivitas fisik harian, serta kebiasaan begadang menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan warga setempat.
Merespons temuan tersebut, lima mahasiswa UTU yang terdiri dari Nurul Pahrisa, Novi Arsinta, Novi Firmadanti, Nisa Mahfirah, dan Syarifah Murtisa langsung menginisiasi edukasi tatap muka. Mereka memberikan pemahaman praktis mengenai gejala, bahaya komplikasi, hingga pentingnya membatasi konsumsi garam, memperbanyak asupan serat, serta rutin melakukan olahraga.
Edukasi kesehatan ini kemudian diperluas melalui program interaktif bertajuk "Isi Piringku untuk Mencegah Hipertensi" di Posyandu Desa Jilatang. Kegiatan yang diisi dengan kuis pemahaman materi ini disambut antusias oleh warga hingga mencatatkan lonjakan kehadiran hingga 166 persen dari target awal. Upaya literasi ini juga diperkuat dengan pembagian brosur serta pemasangan poster edukasi permanen di area publik.
Kepala Desa (Keuchik) Jilatang, Edi Mulyadi, menyambut baik inisiatif mahasiswa ini. Ia menilai edukasi tersebut sangat aplikatif dan diharapkan mampu mendorong perubahan pola hidup warganya ke arah yang lebih sehat secara berkelanjutan.
Selain edukasi langsung ke masyarakat, tim mahasiswa juga memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui kompetisi "Laga Cermat Kader Antar-gampong" yang diikuti oleh beberapa desa tetangga. Dalam ajang uji kompetensi pelayanan tersebut, Kader Desa Jilatang sukses menyabet Juara I. Camat Samadua, Muhammad Iqbal, S.H., turut mengapresiasi inovasi ini sebagai langkah efektif memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan kesehatan desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTU, Teungku Nih Farisni, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang secara promotif dan preventif. Melalui program belajar lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan ilmu akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat guna mencegah penyakit tidak menular.