Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengambil langkah strategis dengan menjadikan agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sebagai wahana penggerak perekonomian rakyat. Tidak sekadar menghadirkan tontonan sepak bola bertaraf internasional, gelaran ini dirancang agar memberi manfaat ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Rencana tersebut dimatangkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Muhammad Thaher Hanubun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara, RRI Langgur, Dinas Komunikasi dan Informatika, PT PLN Cabang Langgur, Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah, serta Telkomsel.

Dalam forum tersebut, seluruh pihak membahas kesiapan teknis dan dukungan lintas sektor guna memastikan kelancaran penyelenggaraan nobar. Kegiatan akan berpusat di Gedung Serbaguna Maluku Tenggara dan dijadwalkan berlangsung sejak babak 32 besar hingga laga final turnamen.

Bupati Thaher menegaskan bahwa momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat. "Kami ingin momentum Piala Dunia 2026 menjadi ruang yang produktif bagi masyarakat. Selain menikmati pertandingan sepak bola kelas dunia, masyarakat juga dapat merasakan dampak ekonomi melalui peningkatan aktivitas usaha dan perdagangan," ungkapnya.

Guna mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah akan menyediakan area khusus bagi para pelaku UMKM di lokasi nobar. Ruang ini dapat dimanfaatkan untuk memasarkan beragam produk unggulan kepada ribuan penonton yang diperkirakan hadir sepanjang rangkaian acara. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak omzet usaha sekaligus memperluas jangkauan promosi produk khas Maluku Tenggara ke khalayak yang lebih luas.

Tidak hanya aspek perdagangan, gelaran nobar juga akan diperkaya dengan pentas seni dan pertunjukan musik yang menampilkan talenta-talenta lokal. Pemerintah daerah memandang ini sebagai peluang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Dari sisi pendanaan dan dukungan teknis, Bank Maluku Malut akan tampil sebagai sponsor utama kegiatan. Sementara itu, RRI Langgur, Dinas Komunikasi dan Informatika, PLN, serta Telkomsel masing-masing memberikan kontribusi teknis sesuai kapasitasnya. Sinergi ini ditujukan untuk menjamin kualitas siaran pertandingan, stabilitas jaringan komunikasi, serta keandalan pasokan listrik selama acara berlangsung.

Sebagai daya tarik tambahan, panitia turut menyiapkan program doorprize dengan beragam hadiah menarik sepanjang rangkaian nobar. Hadiah utama akan diundi pada malam final sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme dan partisipasi masyarakat.

Bupati Thaher menyebut inisiatif ini sebagai salah satu wujud inovasi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan kegiatan publik agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah ini selaras dengan arah kebijakan daerah dalam memperkuat perekonomian melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis momentum Piala Dunia 2026 dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Maluku Tenggara," pungkas Thaher.