Pemerintah Kota Surakarta berupaya memperkuat ekosistem olahraga daerah dengan mengusulkan pembukaan kelas khusus olahraga di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Usulan ini diajukan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memastikan kesinambungan pembinaan bagi para atlet muda potensial di Kota Solo.
Inisiatif ini mengemuka setelah Respati meninjau langsung latihan para siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Solo di Lapangan Sriwedari. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para atlet muda yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional Liga TopSkor.
Respati menjelaskan bahwa usulan ini telah dikoordinasikan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, serta instansi terkait seperti Dinas Pendidikan serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. SMA Negeri 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang dibidik untuk mengintegrasikan program kelas khusus olahraga tersebut.
Menurut Respati, pembinaan atlet tidak boleh terputus setelah mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP SKO. Oleh karena itu, ia menginstruksikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta untuk aktif memantau perkembangan para lulusan SKO agar pembinaan mereka di berbagai cabang olahraga tetap terarah dan berkesinambungan.
Lebih lanjut, Pemkot Surakarta juga tengah menyusun desain besar olahraga daerah yang komprehensif. Menanggapi masukan dari tim pelatih, Respati menegaskan komitmennya untuk memperhatikan aspek krusial lain dalam pembinaan atlet, termasuk pemenuhan gizi yang seimbang selama masa pelatihan.
Selain infrastruktur pendidikan, perbaikan sistem kompetisi juga menjadi fokus utama. Pemkot Solo berencana menggulirkan turnamen sepak bola usia dini yang terstruktur dan berjenjang—mulai dari kelompok usia U-8 hingga U-10—alih-alih sekadar turnamen seremonial singkat, demi memantau bakat secara lebih objektif dan optimal.