Penggerebekan sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Batam oleh Bareskrim Polri terkait dugaan peredaran narkotika memicu sorotan publik. Kendati mendukung pemberantasan barang haram tersebut, praktisi hukum setempat mengingatkan aparat agar proses hukum berjalan proporsional guna meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pariwisata dan investasi daerah.

Musrin, seorang praktisi hukum di Kota Batam, mengapresiasi ketegasan kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba. Namun, ia menekankan pentingnya akurasi dan objektivitas penindakan agar tidak memunculkan stigma negatif terhadap seluruh pelaku usaha hiburan malam di wilayah perbatasan tersebut.

Menurut Musrin, letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadikannya sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus rentan terhadap penyelundupan narkotika. Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara presisi dengan hanya menyasar pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum, bukan menggeneralisasi seluruh industri hiburan.

Ia juga menepis anggapan bahwa industri hiburan malam akan sepi tanpa adanya peredaran zat terlarang. Sebaliknya, konsep hiburan yang sehat, aman, dan bersih dari narkoba dinilai memiliki prospek bisnis jangka panjang yang lebih menjanjikan dan mampu menarik wisatawan secara positif.

Lebih lanjut, para pengelola THM diimbau memperketat pengawasan internal guna memastikan fasilitas mereka tidak disalahgunakan untuk transaksi ilegal. Dengan sinergi yang kuat antara aparat, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang aman, tertib hukum, dan ramah investasi.