PT PP Presisi Tbk (PPRE) menunjukkan pemulihan performa keuangan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Emiten jasa pertambangan dan konstruksi nasional ini sukses mengamankan kontrak baru senilai Rp1,5 triliun hingga kuartal kedua, yang didominasi oleh lini bisnis utamanya.
Selaras dengan raihan kontrak baru tersebut, pendapatan konsolidasian perseroan melonjak 35 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp2,2 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun. Sektor jasa pertambangan dan konstruksi masih menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai 97,3 persen dari total pendapatan.
Kinerja positif ini juga tecermin pada pos profitabilitas. PPRE berhasil menekan rugi bersih tahun berjalan secara drastis hingga 93,4 persen menjadi Rp88,6 miliar, membaik secara signifikan dibanding rugi bersih tahun 2025 yang sempat menyentuh angka Rp1,3 triliun. Pemulihan ini didorong oleh penurunan beban penurunan nilai aset menjadi Rp57,9 miliar serta efisiensi beban keuangan yang susut menjadi Rp167,7 miliar.
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah, mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja operasional ini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perseroan ke depan. Manajemen berkomitmen untuk terus fokus pada aspek efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, dan penajaman profitabilitas proyek.
Senada dengan hal tersebut, Vice President Corporate Secretary PPRE, Mei Elsa Kembaren, memastikan bahwa perusahaan akan terus menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance) serta disiplin finansial guna memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.