Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan angka penyebaran HIV di wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui Lokakarya Peningkatan Kesadaran dan Mobilisasi Sumber Daya Daerah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga lembaga keagamaan seperti Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama Yayasan Victory Plus ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Jogja. Forum ini dirancang untuk menyelaraskan kebijakan perencanaan anggaran, strategi pencegahan, hingga teknis penanganan klinis dan sosial terkait HIV/AIDS serta Infeksi Menular Seksual (IMS) di wilayah perkotaan secara terpadu.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam lokakarya ini adalah peran strategis Kankemenag dalam penguatan ketahanan keluarga. Melalui kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan, Kankemenag secara aktif menjalankan program skrining kesehatan bagi calon pengantin (catin) sebelum hari pernikahan. Langkah ini menjadi instrumen penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan pasangan dan memberikan edukasi reproduksi sejak awal.
Penyelenggara menegaskan bahwa hasil skrining HIV yang positif tidak akan menjadi alasan untuk menggagalkan atau membatalkan pernikahan. Sebaliknya, pendekatan yang dikedepankan adalah penyediaan edukasi, konseling mendalam, pendampingan psikologis, serta akses rujukan ke layanan kesehatan. Hal ini memastikan calon pengantin tetap mendapatkan haknya untuk menikah sembari mengelola kondisi kesehatannya dengan tepat.
Penanggulangan HIV kini disepakati sebagai tanggung jawab kolektif yang mencakup sektor pendidikan, sosial, komunikasi publik, hingga keterlibatan sektor swasta. Pada akhir lokakarya, seluruh peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diselaraskan dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjamin keberlanjutan program yang inklusif dan bebas dari stigma.