Langkah nyata untuk memodernisasi industri kreatif pedesaan ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema PM-UPUD yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), UMS memperkenalkan serangkaian teknologi tepat guna bagi para perajin batik di Desa Wisata Jarum, Kabupaten Klaten.

Inisiatif yang menggandeng Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten ini dirancang untuk mengatasi berbagai kendala produksi. Fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi kerja, menciptakan lingkungan produksi yang lebih aman bagi perajin, serta menaikkan nilai jual produk batik khas daerah tersebut.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inovasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, penerapan teknologi terapan ini merupakan komitmen akademisi untuk memberikan solusi praktis yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan daya saing para pelaku usaha lokal.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Klaten, Dwi Murwanti, menyambut baik sinergi ini. Ia menilai intervensi teknologi dari kalangan akademisi sangat strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Desa Wisata Jarum, sekaligus menjaga keberlanjutan industri batik lokal.

Sebelum adanya program ini, para perajin di Desa Wisata Jarum menghadapi sejumlah tantangan klasik. Proses produksi dinilai kurang efisien akibat penggunaan tungku tradisional yang berisiko bagi keselamatan kerja, posisi duduk perajin yang tidak ergonomis sehingga memicu kelelahan fisik, hingga proses pelorotan lilin yang memakan waktu lama.

Guna mengatasi hambatan tersebut, tim pengabdian UMS menyerahkan bantuan alat produksi modern, seperti mesin peleleh malam (melting wax) untuk mempercepat pelorotan lilin serta tungku khusus pengukus batik ecoprint. Selain penyerahan alat secara simbolis, para perajin juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara pengoperasian dan perawatan perangkat agar pemanfaatannya optimal.

Melalui pendampingan yang intensif ini, UMS berharap modernisasi peralatan produksi mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan higienis. Peningkatan efisiensi ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kapasitas produksi batik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Desa Wisata Jarum.