Upaya pemberantasan penyelundupan, praktik perdagangan curang, serta peredaran barang palsu di Hanoi menunjukkan capaian signifikan selama enam bulan pertama tahun 2026. Komite Pengarah 389 Kota Hanoi mencatat keberhasilan dalam memproses 9.922 kasus pelanggaran, angka yang melonjak 16,16% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Wakil Direktur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hanoi, Nguyen Kieu Oanh, mengungkapkan bahwa modus operandi pelaku kini semakin canggih dan terorganisir. Para pelaku tidak lagi hanya beroperasi dalam skala kecil, melainkan memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, hingga siaran langsung (live streaming) untuk memasarkan produk ilegal. Tantangan ini diperparah dengan taktik akun palsu serta perubahan lokasi pengiriman secara terus-menerus guna mengelabui aparat.

"Kami menghadapi situasi yang kompleks, di mana barang yang dipalsukan mencakup komoditas krusial seperti produk fesyen, kosmetik, elektronik, hingga suku cadang otomotif dan bahan pangan," jelas Nguyen Kieu Oanh. Respons tegas telah dilakukan dengan menyita barang bernilai miliaran VND serta menjatuhkan denda administratif yang substansial sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dan ekosistem bisnis yang sehat.

Dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah, Pemerintah Kota Hanoi kini memprioritaskan integrasi teknologi informasi sebagai lini pertahanan utama. Langkah ini mencakup transformasi digital untuk memantau rantai pasok secara lebih cepat dan akurat. Integrasi data antar-lembaga akan ditingkatkan guna mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini, terutama di area-area berisiko tinggi seperti pusat logistik, pasar grosir, dan jalur transportasi udara.

Sebagai langkah strategis hingga akhir tahun 2026, otoritas terkait berkomitmen untuk memperketat pengawasan di sektor digital. Tidak hanya sekadar penindakan, pemerintah juga akan menekankan akuntabilitas para pemimpin di setiap level untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik kelalaian atau keterlibatan oknum dalam jaringan penyelundupan tersebut.