Selama ini, semut sering kali diidentikkan sebagai simbol kekuatan di dunia serangga karena kemampuannya memikul beban hingga puluhan kali lipat dari berat tubuhnya sendiri. Namun, riset ilmiah terbaru membuktikan bahwa gelar makhluk terkuat berdasarkan rasio berat tubuh justru dipegang oleh spesies kumbang, jauh melampaui kemampuan kelompok semut.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B mengungkapkan bahwa kumbang kotoran dari spesies Onthophagus taurus adalah serangga terkuat yang pernah diuji secara ilmiah. Dalam simulasi laboratorium, kumbang jantan jenis ini mampu menarik beban fantastis hingga 1.141 kali berat badannya sendiri.
Untuk memberikan gambaran praktis, kekuatan ekstrem tersebut setara dengan seorang manusia dewasa berbobot 70 kilogram yang sanggup menarik benda seberat 80 ton, atau setara dengan enam unit bus tingkat yang penuh dengan penumpang. Eksperimen ini dipimpin oleh Robert Knell dari Queen Mary University of London berkolaborasi dengan Leigh Simmons dari University of Western Australia.
Pengukuran kekuatan dilakukan menggunakan alat penarik khusus di dalam terowongan buatan untuk merekonstruksi pertarungan antarpejantan di alam liar. Di habitat aslinya, kumbang jantan harus saling dorong untuk memperebutkan hak kawin dengan betina di dalam liang tanah. Tekanan seleksi alam inilah yang memicu evolusi struktur tubuh luar (eksoskeleton) kumbang menjadi pengungkit mekanis yang sangat efisien.
Di posisi kedua, terdapat kumbang badak (Dynastinae) yang mampu mengangkat beban sekitar 850 hingga 1.000 kali berat tubuhnya sendiri menggunakan tanduk kepalanya yang kokoh untuk menjatuhkan lawan. Sementara itu, semut pemotong daun (Atta) berada jauh di bawah kedua jenis kumbang tersebut dengan kemampuan membawa beban berkisar 20 hingga 50 kali berat badannya.
Secara ilmiah, kekuatan luar biasa pada serangga ini dijelaskan melalui hukum fisika mengenai skala tubuh. Ketika ukuran fisik suatu organisme mengecil, penurunan volume dan massa tubuhnya terjadi jauh lebih cepat daripada penyusutan luas permukaan ototnya. Faktor inilah yang membuat hewan-hewan kecil memiliki efisiensi kekuatan otot yang jauh lebih besar dibandingkan mamalia besar seperti gajah atau bahkan manusia.
Terlepas dari rekor fisiknya, serangga-serangga ini memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan alam. Kumbang kotoran berfungsi sebagai pengurai yang menyuburkan tanah dan menekan populasi hama lalat, sedangkan larva kumbang badak mempercepat dekomposisi kayu mati di hutan, menciptakan rantai kehidupan yang berkelanjutan.