Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bekasi Raya berkomitmen mendorong para pelaku usaha di wilayahnya untuk memperluas jangkauan bisnis. Tidak sekadar jago kandang, para wirausahawan lokal kini dituntut melek teknologi digital guna menembus pasar internasional. Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi "Sharing Bisnis" bertajuk “Menguatkan Jejaring Lokal, Mengakselerasi Pasar Global” yang digelar di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8).

Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menyoroti pentingnya membangun ekosistem bisnis yang solid dan integratif. Ia menegaskan bahwa kekuatan usaha modern terletak pada kolaborasi dan kemitraan strategis, bukan hanya berfokus pada pengembangan produk secara mandiri. Melalui wadah SUMU, para pengusaha diharapkan dapat saling bertukar informasi dan sumber daya demi meraih pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua LP UMKM PDM Kabupaten Bekasi, M. Fachruddin, menitikberatkan pada aspek profesionalitas manajemen internal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, akselerasi menuju pasar global mewajibkan UMKM untuk tertib administrasi, memiliki legalitas yang jelas, serta memperkuat identitas merek (branding) mereka agar bisa bersaing secara berkelanjutan.

Dari sudut pandang logistik dan kemitraan, Direktur Strategic Partnership Rayspeed Asia, Ricky Rizky, menambahkan bahwa kemajuan teknologi digital telah meruntuhkan sekat-sekat geografis. Produk lokal asal Bekasi memiliki peluang besar untuk diminati konsumen luar negeri asalkan didukung oleh kesiapan rantai pasok dan mitra logistik yang andal.

Senada dengan hal itu, Direktur Utama Shaqueena Construction, Khotibul Umam, mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mengeksekusi peluang bisnis. Pertemuan antar-pelaku usaha ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi pemantik lahirnya aksi kolaboratif nyata demi memajukan perekonomian daerah di kancah global.