BOJONEGORO - Kelompok 09 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengering tembakau hibrida berbasis plenum. Alat yang dinamakan "Hybrid Tobacco Dryer Berbasis Plenum" ini resmi diserahterimakan kepada para petani di Desa Balongdowo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, guna mengatasi kendala cuaca yang sering menghambat proses pascapanen.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas ketergantungan petani setempat terhadap sinar matahari dalam proses pengeringan daun tembakau. Metode penjemuran konvensional dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu yang lama serta berisiko menurunkan kualitas hasil panen secara drastis apabila cuaca mendung atau turun hujan secara tiba-tiba.
Ketua Kelompok KKN 09 UPN Veteran Jatim di Desa Balongdowo, Alden Nabil Lutanda, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan solusi jangka panjang bagi tantangan riil warga. Melalui inovasi ini, diharapkan para petani tembakau lokal tidak lagi mengalami kerugian akibat faktor cuaca buruk, sehingga kesejahteraan ekonomi mereka dapat lebih terjaga dan stabil.
Secara teknis, alat pengering hibrida ini mengombinasikan dua sumber energi panas, yaitu energi surya dan udara panas yang bersumber dari pembakaran gas LPG. Sistem pengeringan ini diperkuat dengan ruang distribusi udara atau sistem plenum yang berfungsi mengalirkan udara panas secara merata ke seluruh ruangan. Metode ini membuat proses pengeringan menjadi lebih cepat, stabil, dan higienis tanpa merusak kualitas warna maupun aroma khas daun tembakau.
Selain menyerahkan unit alat secara langsung, para mahasiswa juga menyelenggarakan pelatihan intensif di Balai Desa Balongdowo. Pelatihan tersebut mencakup tata cara pengoperasian alat, pemeliharaan rutin, hingga metode pengaturan suhu yang optimal demi menghasilkan tembakau berkualitas tinggi.
Kepala Desa Balongdowo, Yoga Hardaniawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dari para mahasiswa. Kehadiran teknologi tepat guna ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan desa yang sebagian besar warganya menggantungkan mata pencaharian pada komoditas tembakau. Diharapkan, inovasi ini mampu mendongkrak nilai jual tembakau lokal serta menjadikan Balongdowo sebagai desa pelopor pemanfaatan teknologi pertanian di Bojonegoro.