Pengguna ponsel pintar sering kali menjadikan jumlah unduhan di Google Play Store sebagai tolok ukur keamanan dan keandalan suatu aplikasi. Namun, pandangan ini dipatahkan oleh Pankil Shah, seorang insinyur perangkat keras di Cisco Systems. Menurutnya, popularitas sebuah aplikasi tidak serta-merta menjamin bahwa platform tersebut aman digunakan atau benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.
Berbicara kepada Android Authority, Shah menyoroti beberapa kategori aplikasi, mulai dari VPN, antivirus, pengelola kata sandi, hingga pelacak nomor telepon. Banyak dari aplikasi ini yang justru berisiko mengancam privasi data pengguna, atau menawarkan fungsi yang sebenarnya sudah tertanam secara bawaan di dalam sistem operasi Android modern.
Aplikasi pertama yang disorot adalah Turbo VPN dan layanan VPN gratis sejenis. Layanan ini kerap dikaitkan dengan masalah kebocoran data dan hubungan dengan entitas di China. Shah mengingatkan bahwa operasional VPN memerlukan biaya besar. Jika pengguna tidak membayar dengan uang, kemungkinan besar data pribadi merekalah yang menjadi komoditas untuk meraih keuntungan. Sebagai alternatif yang lebih aman, ia menyarankan penggunaan Proton VPN.
Selanjutnya adalah LastPass, pengelola kata sandi yang sempat populer namun kini kredibilitasnya merosot akibat serangkaian insiden keamanan. Kebocoran data besar pada tahun 2022 membuktikan kerentanan sistem LastPass, di mana peretas berhasil mengakses data pelanggan hingga arsitektur keamanannya. Shah merekomendasikan opsi sumber terbuka (open-source) seperti Bitwarden sebagai alternatif yang lebih transparan dan andal.
Truecaller juga masuk dalam daftar hitam sang pakar. Meskipun efektif memblokir panggilan spam berkat basis data penggunanya yang masif, aplikasi ini meminta terlalu banyak izin akses sensitif sejak awal pemasangan—seperti log panggilan, pesan, lokasi, hingga file media. Selain itu, fitur penyaringan spam ini sebenarnya sudah terintegrasi secara optimal pada sistem Android bawaan masa kini tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
Untuk optimasi penyimpanan, aplikasi seperti CCleaner dinilai sudah tidak lagi relevan. Ponsel Android modern telah dilengkapi fitur pemantau konsumsi baterai dan penggunaan data secara langsung di menu pengaturan. Untuk membersihkan file sampah, Google menyediakan aplikasi bawaan "Files by Google" yang sepenuhnya gratis dan bebas dari iklan yang mengganggu.
Terakhir, Shah menyarankan pengguna untuk menghindari aplikasi antivirus tambahan seperti AVG AntiVirus & Security. Sistem operasi Android saat ini telah dibekali perlindungan tangguh secara bawaan melalui Google Play Protect dan Android Safe Browsing yang bekerja secara real-time. Memasang antivirus pihak ketiga sering kali hanya menduplikasi fungsi sistem bawaan dan membebani kinerja ponsel tanpa memberikan manfaat yang signifikan.