Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh panitia pelaksana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81. Imbauan ini ditujukan kepada pemerintah kecamatan, desa, institusi pendidikan, hingga organisasi kepemudaan agar selektif dalam memilih jenis perlombaan dan tidak menyisipkan unsur yang dapat menormalisasi perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di hadapan anak-anak.
Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, menekankan pentingnya menjaga ruang tumbuh kembang anak dari pengaruh negatif selama perayaan hari kemerdekaan. Menurutnya, setiap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan anak-anak semestinya mengedepankan nilai-nilai edukasi, kepantasan, serta pembentukan karakter yang positif.
Junaidi menyoroti beberapa fenomena perlombaan yang kerap dijadikan bahan lelucon namun berdampak buruk bagi psikologis anak, seperti lomba sepak bola pria berdaster dengan riasan wajah berlebihan yang mengeksploitasi identitas gender. Selain itu, kegiatan seperti joget vulgar, parodi bernuansa romantis dewasa, hingga kontes rias yang tidak mendidik juga disarankan untuk dievaluasi kembali.
Ia menegaskan bahwa imbauan ini murni bertujuan untuk melindungi hak-hak anak dan bukan bentuk diskriminasi atau persekusi terhadap kelompok tertentu. Anak-anak dinilai sangat mudah meniru apa yang mereka saksikan secara berulang, sehingga lingkungan sosial mereka harus tetap steril dari tayangan atau perilaku yang belum layak mereka konsumsi.
Sebagai alternatif yang lebih bermanfaat, LPA Deli Serdang mendorong panitia untuk menghidupkan kembali permainan tradisional, cerdas cermat bertema kebangsaan, lomba menulis puisi kepahlawanan, hingga kegiatan gotong royong. Aktivitas edukatif semacam ini dinilai jauh lebih efektif dalam menanamkan jiwa nasionalisme sekaligus mempererat hubungan keluarga.