Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mendorong agar 38 produk inovasi teknologi tepat guna yang dihasilkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) tidak sekadar menjadi pajangan akademis. Emil menegaskan pentingnya hilirisasi agar karya-karya tersebut dapat diproduksi secara massal dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Emil saat meninjau langsung pameran produk KKN UMSURA yang digelar di Balai Pemuda Surabaya. Ia menilai pemilihan lokasi pameran sangat strategis karena mempermudah interaksi langsung antara inovasi mahasiswa dan masyarakat sebagai calon pengguna teknologi tersebut.
Dari puluhan inovasi yang dipamerkan, tercatat 11 produk telah mendapatkan hak cipta sederhana, sedangkan 26 lainnya kini tengah berada dalam proses pengajuan paten. Wagub Jatim mengapresiasi langkah perlindungan kekayaan intelektual ini, namun ia mengingatkan agar proses administratif tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengembangan produk yang siap pasar.
Lebih lanjut, Emil berharap adanya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan pihak kampus untuk mengawal produk-produk tersebut. Ia bahkan memproyeksikan inovasi pertanian atau sektor lainnya karya mahasiswa ini dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang pemerintah melalui e-katalog.
Emil juga meminta data lengkap dari 38 produk inovasi tersebut untuk dipantau perkembangannya secara berkala. Menurutnya, wilayah Jawa Timur yang luas sangat ideal untuk dijadikan sebagai laboratorium hidup (living laboratory) guna menguji dan menyempurnakan berbagai teknologi tepat guna hasil ciptaan mahasiswa.
Sementara itu, Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) UMSURA, Dr. Arin Setiyowati, menjelaskan bahwa program KKN ini melibatkan 1.292 mahasiswa yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Jawa Timur. Mengusung tema "Simfoni Inovasi, Berakar Lokal, Berdampak Global", program ini berhasil mengarahkan mahasiswa untuk menciptakan solusi konkret, dengan tingkat kepuasan mitra mencapai 90 persen.
Rektor UMSURA, Prof. Dr. Mundakir, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Ia menegaskan bahwa inovasi-inovasi ini merupakan perwujudan dari visi kementerian untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai institusi yang memberikan dampak langsung dan positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.