Pemerintah Indonesia tengah mempercepat langkah untuk menekan ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Presiden Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat implementasi teknologi Absorbed Natural Gas (ANG), dengan target komersialisasi pada tahun 2027.
Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan intensif antara Kepala Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Kepala BRIN Arif Satria. Diskusi tersebut berlangsung hangat di Istana Kepresidenan Jakarta bersama sekitar 150 periset BRIN pada Kamis (6/8/2026).
Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada potensi teknologi ANG dalam menjaga ketahanan energi nasional. Selain mampu menghemat devisa negara secara signifikan dengan mengurangi impor, inovasi ini juga menawarkan efisiensi penyimpanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tabung gas konvensional saat ini.
Teknologi ANG bekerja dengan mengoptimalkan kepadatan penyimpanan gas alam di dalam tabung tanpa memerlukan tekanan ekstrem yang tinggi. Dengan kapasitas tampung yang lebih besar pada dimensi tabung yang sama, inovasi domestik ini diharapkan dapat segera menjadi solusi alternatif yang lebih aman, murah, dan efisien bagi masyarakat.