Banyak mitos yang beredar seputar masa pemulihan pascapersalinan, mulai dari anggapan menyusui sebagai strategi penurunan berat badan hingga keharusan menunggu berminggu-minggu sebelum berolahraga lagi. Dokter spesialis kandungan menilai, periode kritis ini kerap disalahpahami oleh masyarakat luas.
"Minggu-minggu dan bulan-bulan setelah melahirkan membawa perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang sangat signifikan. Namun, banyak orang tidak tahu seperti apa pemulihan yang sebenarnya normal itu," ujar dr. Christine Feigal, Wakil Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di MemorialCare Long Beach Medical Center. Ia menekankan pentingnya memahami batas normal dan kapan harus mencari bantuan profesional.
Salah satu mitos yang perlu diluruskan adalah bahwa menyusui dapat mempercepat penurunan berat badan pasca melahirkan. Ahli menegaskan, tujuan utama menyusui adalah memberikan nutrisi terbaik bagi bayi dan membangun ikatan batin, bukan sebagai alat diet. Meskipun menyusui membakar kalori, hormon prolaktin justru dapat mendorong tubuh menyimpan lemak.
Faktor lain seperti kurang tidur, stres, genetika, dan asupan nutrisi harian turut berperan besar dalam proses pemulihan dan pengelolaan berat badan. Para ahli menyarankan ibu menyusui untuk fokus menambah asupan kalori sehat sekitar 300-500 kkal per hari demi menjaga kualitas dan kuantitas ASI, alih-alih terpaku pada angka timbangan.
Mitos lain yang perlu diluruskan adalah soal kapan boleh mulai berolahraga. Kunjungan dokter pada minggu keenam memang umum diperuntukkan bagi pemantauan pemulihan rahim, namun aktivitas fisik ringan sebenarnya sudah bisa dilakukan lebih awal. Misalnya, peregangan ringan atau berjalan kaki selama sepuluh menit, sesuai dengan kesiapan tubuh.
"Kamu bisa memulai aktivitas fisik lebih cepat, tetapi harus didasarkan pada kondisi tubuh masing-masing. Fokus utamanya tetaplah pada proses penyembuhan, bukan memaksakan tubuh kembali pada rutinitas olahraga sebelum melahirkan," kata ahli fisiologi olahraga bersertifikat, Ashley Reid. Ia mengingatkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan intensitas aktivitas fisik pasca melahirkan.