Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat, mengalami tekanan pada penutupan perdagangan hari Kamis (16/7/2026). Penurunan ini utamanya didorong oleh aksi jual massal pada saham-saham di sektor teknologi, yang memicu pelemahan ketiga indeks acuan utama di New York.
Berdasarkan data penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebesar 183,32 poin atau sekitar 0,35 persen ke level 52.473,99. Langkah serupa diikuti indeks S&P 500 yang terkoreksi 39,7 poin (0,52 persen) menjadi 7.532,7, sementara indeks Nasdaq Composite mencatatkan koreksi terdalam dengan anjlok 313,66 poin atau 1,19 persen ke posisi 25.955,57.
Pelemahan di sektor teknologi terlihat jelas dari pergerakan saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang melorot 2,32 persen. Penurunan ini tetap terjadi meskipun raksasa cip tersebut melaporkan lonjakan laba bersih kuartalan hingga 77 persen. Analis menilai, kondisi ini mengindikasikan kecemasan pasar bahwa valuasi saham sektor teknologi saat ini sudah terlampau tinggi.
Sentimen negatif tersebut kian diperparah oleh anjloknya sejumlah saham produsen memori dan perangkat keras lainnya. Saham SanDisk, Western Digital, Seagate Technology, hingga raksasa Intel merosot tajam dengan rentang penurunan berkisar antara 6,9 persen hingga 12,1 persen. Secara keseluruhan, sektor teknologi pada indeks S&P 500 memimpin pelemahan dengan depresiasi mencapai 4,8 persen.
Di sisi lain, laju penurunan indeks Dow Jones sedikit tertahan berkat performa impresif saham UnitedHealth Group yang menguat 2,5 persen setelah membukukan kinerja kuartalan yang melampaui estimasi pasar. Sebaliknya, saham GE Aerospace justru terpangkas 6,3 persen meski telah menaikkan target laba tahun 2026, sedangkan United Airlines terkontraksi 1,4 persen akibat fluktuasi harga minyak mentah global.
Dari pasar komoditas, harga emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus 2026 turun 0,4 persen menjadi US$4.034,4 per ons, tertekan oleh kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Sementara itu, indeks dolar AS cenderung bergerak stabil dan minim perubahan.
Berbeda dengan bursa AS, pasar saham Eropa justru mayoritas bergerak di zona hijau yang disokong oleh penguatan sektor media. Indeks STOXX 600 Eropa naik tipis 0,16 persen, disusul kenaikan indeks FTSE 100 London sebesar 0,54 persen dan Ibex 35 Madrid sebesar 0,15 persen. Namun, indeks DAX 30 Frankfurt tergelincir 0,34 persen, dan indeks CAC 40 Paris ditutup stagnan.