Kota Makassar dipilih menjadi proyek percontohan dalam penerapan sistem penggabungan (grouping) Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA). Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan standar tata kelola baru yang nantinya akan diterapkan secara nasional, termasuk di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Inisiasi tersebut dibahas secara mendalam dalam Workshop Penguatan Grouping RSMA Sulawesi Selatan yang mengusung tema “Membangun Jejaring Pelayanan, Pendidikan, dan Tata Kelola yang Terintegrasi”. Agenda yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini berlangsung di Aula Teater Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. dr. Budu, Sp.M(K), menjelaskan bahwa rumusan integrasi dari Makassar ini akan menjadi tolok ukur penting bagi pembentukan klaster rumah sakit di daerah lain. Ia menekankan bahwa keandalan pelayanan kesehatan Muhammadiyah di masa depan sangat bergantung pada sinergi antaramal usaha, bukan sekadar fasilitas fisik atau kuantitas tenaga medis.

Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Dr. M. Agus Samsudin, M.M., menambahkan bahwa pola pengelolaan rumah sakit secara mandiri atau parsial sudah tidak relevan dengan dinamika industri kesehatan saat ini. Menghadapi regulasi yang dinamis dan kompetisi dengan jaringan rumah sakit besar, persyarikatan harus merespons dengan membangun kekuatan ekosistem yang terintegrasi.

Melalui sistem grouping ini, jaringan RSMA dapat berkolaborasi dalam pemenuhan dokter spesialis, efisiensi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan, hingga pemanfaatan fasilitas klinis sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa kedokteran. Kebijakan integrasi ini bahkan telah ditegaskan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, sebagai agenda organisasi yang wajib dilaksanakan.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh program ini. Unismuh sendiri tengah memperluas lahan RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar hingga lebih dari tiga hektare guna mengoptimalkan integrasi dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Langkah konsolidasi ini juga selaras dengan komitmen global pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar kesehatan yang baik (SDG 3), pendidikan berkualitas (SDG 4), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Makassar kini resmi menjadi laboratorium awal transformasi layanan kesehatan milik persyarikatan.