Pemerintah Kabupaten Jember sukses menyelenggarakan Konser Cinta NKRI yang dibanjiri sekitar 22 ribu penonton di Alun-Alun Jember pada Rabu malam (19/8/2026). Perhelatan akbar yang menjadi bagian dari rangkaian agenda "Sapa Suara Kemerdekaan 2026" dan Malam Apresiasi Pelanggan ini berhasil menarik perhatian, tidak hanya dari warga lokal tetapi juga masyarakat dari berbagai kabupaten tetangga.

Tidak sekadar menyajikan panggung hiburan musik cuma-cuma, acara ini dirancang untuk memberikan efek berganda bagi daerah. Mulai dari kebangkitan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penguatan identitas kota (city branding), pelestarian seni budaya lokal, hingga aksi solidaritas kemanusiaan terintegrasi apik dalam satu malam perayaan.

Kemeriahan malam itu memuncak saat sederet penampil seperti Ndarboy Genk, K2 Reggae, Bina Nada kolaborasi dengan Keenan Idol dan Antania, serta Feli membakar semangat penonton. Kehadiran defile khas Jember Fashion Carnaval (JFC) juga menambah daya tarik visual kebudayaan lokal. Daya pikat acara ini dirasakan langsung oleh Rara, pengunjung asal Bondowoso yang memboyong keluarganya demi menyaksikan panggung megah tersebut secara langsung.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, terlihat berbaur langsung dengan lautan manusia untuk berdialog dan menyapa warga secara informal. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menggelar kegiatan skala besar yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi "Jember Baru, Jember Maju". Langkah taktis ini dinilai efektif sebagai instrumen pemerataan ekonomi rakyat.

Dampak ekonomi riil sangat dirasakan oleh para pedagang kreatif lapangan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini, menyebut ajang ini mempertemukan produsen lokal dengan konsumen dalam skala besar secara instan. Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, menambahkan bahwa perputaran uang juga mengalir ke sektor jasa transportasi dan kuliner.

Sisi kemanusiaan pun tidak luput dari perhatian penyelenggara. Palang Merah Indonesia (PMI) memanfaatkan momen berkumpulnya massa untuk menggalang donasi kemanusiaan yang akan disalurkan kepada para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mempertegas esensi cinta tanah air yang inklusif.

Menutup kesuksesan acara, aspek kebersihan pasca-konser tertangani dengan cepat berkat kesigapan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Jember. Sebanyak 23 personel kebersihan dikerahkan untuk langsung menyisir dan membersihkan area alun-alun hingga tengah malam, memastikan fasilitas publik tersebut siap digunakan kembali oleh warga keesokan paginya dalam kondisi bersih dan nyaman.