Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengumumkan rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai edisi pertama yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026 di kawasan Ancol, Jakarta. Langkah strategis ini diambil untuk mempertegas identitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus memacu prestasi para atlet di kancah internasional.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, program ini selaras dengan butir keempat Asta Cita yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan prestasi olahraga nasional.

Guna merealisasikan target tersebut, KONI Pusat melakukan terobosan dengan memperbanyak frekuensi kompetisi tingkat nasional di luar agenda PON utama. Sistem turnamen dua tahunan kini mencakup PON Bela Diri yang sukses digelar pada 2025, disusul PON Pantai 2026, serta rencana pelaksanaan PON Indoor dan PON Remaja pada tahun-tahun berikutnya untuk terus menjaring bibit-bibit atlet potensial.

Marciano menekankan pentingnya memaksimalkan potensi perairan Indonesia yang sangat luas. Dengan penyelenggaraan PON Pantai ini, diharapkan kesiapan fisik dan mental atlet cabang olahraga air semakin matang sebelum berlaga di ajang internasional seperti World Beach Games, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

Ajang perdana ini rencananya akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, termasuk akuatik (renang perairan terbuka dan polo air), selam, basket 3x3, bola tangan pantai, voli pantai, modern pentathlon, triathlon, teqball, rugby, serta layar. Demi efisiensi anggaran, KONI memastikan tidak akan membangun arena baru melainkan mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di Ancol.

Selain fokus pada prestasi olahraga, PON Pantai 2026 juga diproyeksikan menjadi motor penggerak wisata olahraga (sport tourism). Kehadiran ribuan pengunjung di destinasi wisata legendaris Jakarta tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Ancol.