Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meresmikan UGM-Indosat-NVIDIA AI Technology Center di Gelanggang Inovasi dan Kreatif (GIK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis (13/8). Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memaparkan bahwa sektor ekonomi digital memiliki potensi luar biasa besar bagi Indonesia. Berdasarkan data laporan The Economy C 2025, nilai ekonomi digital tanah air telah menyentuh angka 99 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga 240 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang. Bahkan, dalam proyeksi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, kontribusi sektor digital ditargetkan mampu menyumbang hingga 19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kendati demikian, Meutya menekankan bahwa tingginya volume transaksi digital tidak boleh sekadar menjadi angka statistik. Pemerintah berkomitmen mengonversi potensi ekonomi tersebut menjadi produktivitas riil, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan kapabilitas teknologi dalam negeri yang mandiri.
Guna mewujudkan visi tersebut, Kementerian Komdigi mengusung tiga pilar transformasi digital, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga. Fokus pertama berkaitan dengan infrastruktur konektivitas dan komputasi awan. Fokus kedua mengarah pada produktivitas dan inovasi hasil dari keterhubungan tersebut. Sementara fokus ketiga, yang dinilai krusial, menekankan perlindungan data pribadi dan ketahanan sistem keamanan siber guna membangun kepercayaan publik.
Kehadiran NVIDIA AI Technology Center ini dirancang sebagai wadah sinergi multi-pihak. Proyek yang berada di bawah payung Indonesia AI Center of Excellence Initiative ini memadukan kekuatan riset akademis dari perguruan tinggi, pemahaman pasar dari sektor industri, keahlian teknologi komputasi global dari NVIDIA, serta dukungan regulasi dari pemerintah demi melahirkan talenta kecerdasan buatan lokal yang berdaya saing global.