Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyambut positif inisiatif Whitesky Group dalam mengenalkan teknologi Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) di Indonesia. Langkah ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional di luar sekadar inovasi transportasi.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, menyatakan bahwa teknologi eVTOL membuka peluang baru bagi berbagai sektor. "Di dalamnya ada peluang baru untuk pariwisata, layanan mobilitas premium, pengalaman publik, infrastruktur, talenta, dan ekosistem kreatif berbasis teknologi," ujarnya saat acara 'Welcoming The Future of Air Mobility' di Cengkareng Heliport, Tangerang, Banten, pada Kamis (25/6).

Menurut Neil, pengenalan konsep Advanced Air Mobility dan Urban Air Mobility kepada pemangku kepentingan dapat mendorong perekonomian dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai teknologi ini harus melibatkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya industri penerbangan.

Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menambahkan bahwa perkembangan Urban Air Mobility harus dipandang sebagai bagian dari transformasi ekonomi masa depan. Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekosistem ini, mulai dari kebutuhan konektivitas yang tinggi, potensi pariwisata, hingga pasar domestik yang besar.

Whitesky Group menilai bahwa pengembangan Urban Air Mobility dapat menghadirkan berbagai peluang bisnis baru. Peluang tersebut mencakup konektivitas bandara-kota, layanan mobilitas premium, pengembangan destinasi wisata, layanan logistik masa depan, hingga model bisnis berbasis teknologi lainnya yang belum banyak berkembang di Indonesia saat ini.