Pemerintah Kecamatan Kubutambahan, yang diwakili oleh jajaran Seksi Sosial dan Budaya, menghadiri agenda hari kedua Bina Posyandu Angkatan X Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Biaung, Denpasar, guna menyelaraskan persepsi mengenai peran baru Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa.
Pembinaan kali ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas kader pascatransformasi kelembagaan. I Made Dwi Dewata selaku pemateri pertama memaparkan langkah-langkah akselerasi program kerja melalui internalisasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran pembangunan daerah secara terpadu.
Terkait implementasi riil di bidang kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, menegaskan tugas pokok Posyandu yang kini selaras dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Posyandu kini memiliki andil besar dalam memobilisasi kunjungan warga, mendeteksi dini risiko kesehatan, mengawal kepatuhan pengobatan keluarga, hingga memastikan jangkauan imunisasi serta pemenuhan zat gizi esensial di tingkat tapak.
Selain sektor kesehatan fisik, aspek edukasi anak usia sekolah turut menjadi sorotan. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Ni Komang Sriani, menjelaskan bahwa sinergi layanan dasar juga mencakup perluasan peran literasi dan pengelolaan perpustakaan komunitas di lingkungan Posyandu untuk mendukung wajib belajar serta tumbuh kembang kognitif anak.
Pembangunan manusia ini kian lengkap dengan integrasi bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kabid PUPR Provinsi Bali, Made Rai Suartini, menggarisbawahi pentingnya penyediaan infrastruktur dasar yang higienis sebagai modal utama kesehatan publik. Melalui sinergi lintas instansi ini, Posyandu diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat yang lebih tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045.