Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara meluncurkan program deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui metode Active Case Finding (ACF). Langkah taktis ini dipusatkan di Pelataran Rusunawa Kota Sibolga, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, pada Rabu (12/8/2026), sebagai bagian dari aksi nyata menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menegaskan bahwa momentum hari kemerdekaan harus diisi dengan aksi konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan derajat kesehatan. Melalui pencarian kasus secara aktif, rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat diharapkan dapat diputus sejak dini.
Ia juga mengimbau kelompok rentan, khususnya penghuni Rusunawa dan warga lanjut usia di atas 60 tahun, untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan ini tanpa ragu. Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemko Sibolga menjamin seluruh biaya pengobatan bagi warga yang terdiagnosis positif TBC secara gratis hingga dinyatakan sembuh total.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kegiatan skrining ini menargetkan sekitar 820 warga yang masuk dalam kategori berisiko tinggi serta mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC. Berlangsung selama lima hari sejak 10 hingga 15 Agustus 2026, pemeriksaan medis ini mencakup wawancara klinis dan rontgen dada (foto X-ray) yang disediakan langsung di lokasi kegiatan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Sibolga, termasuk perwakilan TNI-Polri dan kejaksaan, serta tokoh masyarakat setempat. Setelah membuka kegiatan, Wali Kota bersama rombongan meninjau langsung proses rontgen dada dan berdialog dengan warga yang mengantre untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut.