Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 2026 mengalami penurunan yang sangat signifikan. Data dari Dinas Kesehatan setempat menunjukkan, hingga minggu ke-21, tercatat hanya 100 kasus dengan satu kasus kematian. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 319 kasus dengan tiga kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengakui penurunan drastis ini merupakan hasil kerja keras dan kesadaran masyarakat yang meningkat. Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan ini. Peran aktif para juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) di tingkat desa juga sangat berkontribusi.

Meskipun pencapaian ini positif, Anggit menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat harus tetap terjaga. Penurunan kasus tidak boleh membuat lengah, mengingat potensi penyebaran nyamuk Aedes aegypti masih ada. Dinas Kesehatan Klaten terus menggelar sosialisasi dan edukasi tentang bahaya DBD serta cara pencegahannya.

Kunci penurunan kasus DBD tahun ini, menurut Anggit, adalah sinergi dari berbagai pihak, percepatan penanganan medis, dan yang paling utama adalah peningkatan kesadaran warga untuk secara rutin melakukan gerakan 3M: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Upaya ini diharapkan dapat dipertahankan untuk mencegah kembali melonjaknya kasus di masa mendatang.