Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar agenda ilmiah internasional The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 6-7 Agustus 2026. Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada sinergi antara inovasi teknologi medis, nilai-nilai religiusitas, dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemerataan layanan kesehatan demi mencapai target SDGs.

Menggandeng Universitas Andalas serta didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), konferensi ini mempertemukan lebih dari 100 akademisi dan praktisi. Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan FIKES UIN Jakarta Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag.

Untuk membedah berbagai isu kesehatan global, panitia menghadirkan pembicara internasional dari institusi ternama seperti Tohoku University dan University of Hyogo (Jepang), University of Malaya (Malaysia), Rambhai Barni Rajabhat University (Thailand), hingga perwakilan UNESCO Chair on Global Health and Education. Diskusi terbagi ke dalam 15 subtema penting, mencakup digitalisasi layanan medis, keselamatan kerja, kesehatan mental, manajemen bencana, hingga pengembangan farmasi dari bahan alam.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menegaskan pentingnya membangun jembatan antara kemajuan ilmu pengetahuan modern dan etika spiritualitas. Ia memaparkan bahwa pendekatan iptek yang humanis sangat esensial agar inovasi kesehatan dapat berkembang secara inklusif dan menjawab kebutuhan nyata seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.

Dari sudut pandang keagamaan, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, mengaitkan problem kesehatan dengan isu kemiskinan melalui pendekatan maqashid al-syariah. Melalui prinsip hifz al-nafs atau perlindungan jiwa, ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan adalah kewajiban keagamaan. Konferensi ini juga mengeksplorasi potensi instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, sedekah, dan wakaf dalam menopang akses fasilitas medis yang berkelanjutan.

Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, menambahkan bahwa ICHS 2026 merupakan bagian dari akselerasi internasionalisasi fakultas. Melalui ajang ini, FIKES berupaya memperluas jaringan kemitraan global, merangsang riset kolaboratif, serta menghasilkan rekomendasi praktis untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional maupun global.