Industri game tanah air kembali kedatangan karya kreatif lokal yang menarik perhatian. Studio game asal Indonesia, Mankibo, bekerja sama dengan penerbit Akupara Games, memperkenalkan "Montabi". Game ini menggabungkan mekanisme pengumpulan monster (monster-taming) dengan elemen roguelite deckbuilding yang menantang. Kehadiran Montabi memberikan warna baru di tengah dominasi pasar game sejenis yang sering kali dinilai terlalu meniru formula waralaba besar seperti Pokemon.
Berbeda dengan kompetitor lain seperti TemTem atau Palworld, Montabi mencoba mengambil jalan yang berbeda dengan menyuntikkan elemen penyusunan kartu taktis (deckbuilding) yang mengingatkan pemain pada game populer seperti Slay the Spire. Identitas unik ini diperkuat dengan arahan seni visual yang memanjakan mata, membuat impresi awal game ini terasa sangat menjanjikan bagi para pencinta game strategi.
Meski gameplay mekanisnya cukup solid, aspek narasi di awal permainan terasa kurang memikat. Pemain langsung dihadapkan pada eksposisi cerita yang bertele-tele dan penyajian yang cenderung berlebihan. Kendati demikian, bagi game bergenre serupa, kelemahan pada kedalaman cerita ini biasanya dapat dimaklumi karena fokus utama pemain terletak pada pengembangan monster dan strategi pertarungan.
Sistem permainan Montabi berpusat pada pemilihan karakter pelatih (trainer) sebelum memulai petualangan (run). Trainer bertindak layaknya raja dalam permainan catur; jika sang trainer gugur, maka permainan langsung berakhir. Pada versi awal ini, terdapat tiga jenis trainer yang menawarkan gaya bermain unik, yaitu Student Trainer, Fighter Trainer, dan Chef Trainer.
Student Trainer merupakan pilihan awal yang sangat cocok bagi pemula. Meski tidak memiliki kemampuan bertarung langsung yang kuat dan sangat bergantung pada perlindungan monster, trainer ini unggul dalam mobilitas taktis. Pemain dapat dengan mudah mengatur posisi Montabi untuk menyerang atau menghindari serangan lawan, sekaligus mengelola kartu-kartu di tangan secara efisien.
Bagi pemain yang menyukai gaya bermain agresif, Fighter Trainer menjadi pilihan ideal. Karakter ini dilengkapi dengan dua sikap bertarung (stance), yakni agresif untuk meningkatkan daya serang dan defensif untuk bertahan. Dengan memanfaatkan mekanik resonansi, Fighter Trainer mampu berfungsi sebagai penyerang utama (DPS) yang mematikan, terutama jika didukung oleh Montabi yang dapat memberikan efek penguat (buff).
Di sisi lain, Chef Trainer menawarkan pendekatan yang sangat berfokus pada pertahanan dan dukungan (support). Melalui kemampuan pasifnya, setiap kali menerima serangan, Chef Trainer akan mendapatkan kartu stiker berupa bumbu rasa (asin, manis, atau asam) yang berfungsi sebagai penambah atribut pertahanan atau pelemah (debuff) musuh. Mekanisme ini memaksa pemain untuk menempatkan sang koki di garis depan demi memaksimalkan efek taktisnya.
Daya tarik utama lainnya terletak pada sistem koleksi dan perkembangan karakter. Pemain dapat mengumpulkan hingga 22 jenis Montabi beserta bentuk evolusinya, yang tercatat rapi di dalam album Montapedia. Ditambah dengan kehadiran berbagai item, jimat (charm), dan perlengkapan lainnya, game ini berhasil mempertahankan motivasi bermain. Terlebih lagi, sistem roguelite yang diusung memungkinkan level trainer dan monster tetap bertahan secara permanen untuk membantu perjalanan berikutnya.
Kendati menawarkan formula permainan yang adiktif, Montabi menghadapi tantangan klasik game turn-based, yaitu kejenuhan akibat repetisi. Durasi pertarungan yang berulang berpotensi membuat pemain cepat bosan. Untuk meningkatkan kenyamanan bermain (quality of life), penambahan fitur percepatan tempo permainan (fast-forward) dinilai sangat krusial demi menjaga ritme bermain agar tetap dinamis.
Secara keseluruhan, desain monster yang memikat dan keunikan visual tetap menjadi kekuatan utama yang membuat Montabi layak untuk dicoba. Game garapan Mankibo ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan, terutama jika pengembang terus memberikan pembaruan konten dan menambah variasi monster untuk dikoleksi oleh para pemain.