Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mengadopsi teknologi bata saling mengunci (interlocking) bernama Sepablock untuk pembangunan hunian tetap (huntap) pasca-bencana di Sumatra Barat. Material inovatif produksi PT Semen Padang ini diaplikasikan pada unit percontohan perdana yang kini telah diserahterimakan kepada warga penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menjelaskan bahwa pembangunan rumah contoh ini berfungsi sebagai standar acuan teknis dan bahan evaluasi sebelum proyek huntap massal direalisasikan secara luas. Hunian tipe 36 ini dirancang khusus agar memiliki struktur bangunan yang kokoh, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta tangguh terhadap potensi ancaman gempa bumi yang kerap melanda wilayah tersebut.

Proyek rekonstruksi berbasis huntap mandiri di Sumatra Barat ditargetkan mencapai 695 unit yang tersebar di sembilan kabupaten/kota terdampak. Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 457 unit, disusul oleh Tanah Datar dengan 101 unit. Wilayah lainnya meliputi Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Pariaman, Padang Panjang, dan Pasaman, dengan tambahan usulan 22 unit baru dari Pemerintah Kota Padang.

Pembangunan unit percontohan yang diinisiasi sejak akhir Maret 2026 ini diharapkan menjadi solusi cepat dan aman bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Penyerahan kunci rumah contoh berbahan baku khusus tersebut dilakukan serentak di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang. Salah satu penerima manfaat di Pariaman, Emridona, menyatakan rasa syukurnya setelah rumah lamanya hancur total akibat bencana alam yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar akhir tahun lalu.