PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) kini tengah memacu akselerasi transformasi bisnis perusahaan pasca bergabung ke dalam ekosistem Tjokro Group. Langkah strategis ini dilakukan menyusul perubahan pengendali perusahaan yang kini dipegang oleh PT PIMSF Pulogadung, entitas yang bernaung di bawah payung bisnis Tjokro Group.

Manajemen GPSO mengungkapkan bahwa perseroan tengah mematangkan rencana ekspansi ke industri komponen mekanikal dan permesinan (machining). Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah perusahaan serta memperkuat posisi dalam rantai pasok industri mekanikal terpadu di Indonesia. Saat ini, berbagai rencana aksi korporasi pendukung tengah memasuki tahap kajian mendalam atau due diligence dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, GPSO telah berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 28,46 miliar melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement). Dengan menerbitkan 66,67 juta saham baru di harga Rp 427 per lembar, perusahaan menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat struktur modal demi mendukung agenda restrukturisasi bisnis yang lebih luas.

Di sisi lain, investor mulai memberikan perhatian pada performa saham GPSO di pasar modal. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pemegang saham GPSO tercatat meningkat menjadi 4.470 SID. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa pergerakan saham GPSO saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati area support di kisaran Rp 268 hingga Rp 276, dengan resistance di level Rp 300 hingga Rp 316, sembari menunggu realisasi nyata dari transformasi bisnis perusahaan.