Ajang Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 resmi dibuka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada Kamis (9/7/2026). Forum berskala global ini menjadi platform krusial untuk mempererat sinergi lintas negara dalam upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) melalui pertukaran inovasi teknologi serta peningkatan kapasitas personel.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri oleh perwakilan dari 28 negara. Melalui serangkaian agenda seperti forum diskusi, pameran teknologi SAR mutakhir, hingga kompetisi kemampuan para penyelamat, IISAR 2026 bertujuan untuk menyatukan gagasan antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk mengatasi tantangan SAR yang semakin kompleks di masa depan.

Founder IISAR 2026, Candra Tri Saktiyanto, menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk melahirkan kerja sama strategis dan mempercepat transfer teknologi antarbangsa. Menurutnya, batas wilayah negara tidak boleh menjadi penghalang bagi misi kemanusiaan, sehingga penguatan jejaring global menjadi prioritas utama demi keselamatan jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ini. Ia menyoroti pentingnya adopsi teknologi terbaru dalam operasi SAR, mengingat Indonesia berada di kawasan 'Ring of Fire' dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat perubahan iklim. Pratikno menekankan bahwa efisiensi waktu dalam penyelamatan harus didukung oleh integrasi teknologi dan kolaborasi solid antarlembaga.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan bahwa IISAR 2026 adalah sarana vital bagi komunitas SAR nasional maupun internasional untuk melakukan koordinasi dan evaluasi. Pihaknya optimistis bahwa sinergi yang terbangun melalui ajang ini akan meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam merespons situasi darurat, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.