Pemerintah Indonesia bersiap menyambut kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam agenda diplomatik yang bertujuan mempererat hubungan bilateral kedua negara. Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India sebelumnya, yang menandai fase baru dalam kemitraan strategis antara Jakarta dan New Delhi.
Dalam rangkaian kunjungan yang dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka pada Selasa (7/7), kedua pemimpin negara akan melakukan pertemuan empat mata sebelum memimpin rapat bilateral. Pertemuan tersebut rencananya akan menghasilkan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor krusial, mulai dari pertahanan, pendidikan, hingga pengembangan teknologi dan kesehatan.
Selain pembahasan mengenai isu strategis modern, kunjungan PM Modi juga menyentuh aspek pelestarian warisan sejarah. Sugiono mengungkapkan bahwa PM Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari realisasi kesepakatan restorasi situs bersejarah tersebut.
Seluruh rangkaian kunjungan kenegaraan ini akan ditutup dengan acara perjamuan resmi (state banquet) di Istana Negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh kedekatan antar-kedua negara dalam berbagai sektor, baik dari sisi pembangunan domestik maupun diplomasi internasional yang lebih luas.