PT GTS Internasional Tbk (GTSI) semakin memperkokoh posisinya di sektor distribusi energi nasional setelah mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan sepanjang tahun 2025. Total aset perseroan melonjak 32,25 persen, dari USD112,9 juta pada akhir 2024 menjadi USD149,2 juta per penutupan tahun 2025.

Kenaikan nilai aset tersebut didorong oleh sejumlah faktor strategis, di antaranya penambahan armada kapal baru bernama Danaputri 1, peningkatan aset tidak lancar untuk mendukung aktivitas docking kapal, serta pertambahan kas dan setara kas yang bersumber dari pinjaman institusi keuangan untuk kebutuhan modal kerja. Selain itu, peningkatan piutang dari pihak ketiga atas jasa operasi sewa kapal turut berkontribusi terhadap pertumbuhan aset perseroan.

Dari sisi pendapatan, GTSI juga menunjukkan tren positif dengan membukukan penerimaan sebesar USD34,7 juta pada 2025. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan 7,92 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD32,2 juta.

Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, menyampaikan optimismenya terhadap arah pertumbuhan perusahaan saat memaparkan kinerja dalam forum Paparan Publik (Public Expose) yang digelar usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (25/6/2026). "Dengan pencapaian yang mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dan strategi ekspansi yang tepat, Perseroan semakin mengukuhkan komitmen dalam melayani distribusi pasokan energi Indonesia," tegas Yon.

Yon mengungkapkan bahwa segmen jasa sewa kapal tetap menjadi tulang punggung pendapatan GTSI. Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi segmen ini secara konsisten mendominasi hingga mencapai 98 persen dari total pendapatan perseroan. Dominasi tersebut menggarisbawahi posisi strategis GTSI sebagai pemain utama dalam rantai distribusi LNG di Indonesia melalui layanan penyewaan armada kapal.

Langkah penambahan armada dan penguatan infrastruktur pendukung yang ditempuh GTSI dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi gas alam cair di pasar domestik. Strategi ekspansi ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan perseroan sekaligus memperluas jangkauan layanan di sektor energi nasional.