Raksasa teknologi game asal Jepang, Nintendo, secara resmi akan merambah pasar Indonesia secara langsung mulai Desember 2026. Langkah strategis ini direalisasikan melalui kemitraan dengan anak perusahaan konglomerat lokal, Salim Group, yang ditunjuk sebagai distributor resmi untuk konsol populer Nintendo Switch serta generasi penerusnya, Nintendo Switch 2.
Kehadiran jalur resmi ini menandai babak baru bagi ekosistem industri game tanah air. Selama ini, para pencinta game di Indonesia harus bergantung pada distributor tidak resmi untuk mendapatkan konsol maupun kartu game, yang kerap memicu ketidakpastian harga dan absennya jaminan layanan purnajual. Selain mengelola distribusi, anak usaha Salim Group tersebut juga akan membangun pusat perbaikan resmi dan layanan pelanggan terpadu.
Rencana ekspansi ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Nintendo serta Axton Salim, putra dari pimpinan Salim Group, Anthoni Salim. Langkah korporasi ini pun mendapat sambutan positif dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan bahwa keberadaan jalur distribusi resmi ini sangat penting untuk melindungi hak kekayaan intelektual dan menekan angka pelanggaran hak cipta di pasar domestik.
Pemerintah juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong Nintendo agar menyediakan akses perangkat pengembangan atau developer kit bagi para pengembang game lokal. Fasilitas ini dinilai krusial agar talenta kreatif Indonesia dapat menciptakan produk game berkualitas yang kompatibel dengan ekosistem global Nintendo, sekaligus mendongkrak pangsa pasar pengembang lokal yang saat ini baru menguasai sekitar 2,5 persen dari total potensi industri nasional.
Dengan nilai pasar game di Indonesia yang diproyeksikan menembus Rp30 triliun (setara 1,68 miar dolar AS) per tahun, Indonesia kini menahbiskan diri sebagai pasar game terbesar di Asia Tenggara. Masuknya Nintendo secara resmi diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut secara terstruktur dan memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi konsumen serta pelaku industri.