HDBank secara resmi mengumumkan rangkaian paket insentif finansial yang dirancang khusus untuk memperkuat arus kas dan efisiensi operasional bagi para pelaku usaha. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan bank terhadap pemulihan ekonomi, sekaligus memberikan akses permodalan yang lebih fleksibel bagi sektor-sektor krusial.

Melalui program pinjaman preferensial, HDBank menargetkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan penawaran suku bunga yang sangat kompetitif. Untuk tenor jangka pendek dalam mata uang VND, bunga ditetapkan mulai dari 7,2% per tahun, sementara jangka menengah hingga panjang mencapai 9,3% per tahun. Khusus bagi pembiayaan dalam denominasi USD, tingkat suku bunga dipatok mulai dari 3,6% per tahun dengan plafon kredit hingga 50 miliar VND per nasabah.

Selain sektor agrikultur, pelaku industri logistik dan transportasi juga mendapatkan perhatian khusus melalui paket insentif yang berlaku hingga 31 Juli mendatang. HDBank menawarkan suku bunga pinjaman mulai dari 8,9% per tahun, ditambah dengan fasilitas pinjaman tanpa agunan hingga 30 miliar VND. Selain pemotongan biaya penerbitan jaminan sebesar 70%, bank juga menyediakan konsultasi mendalam mengenai perdagangan lintas batas dan solusi pembayaran internasional.

Lebih lanjut, HDBank terus mendorong efisiensi manajemen keuangan melalui ekosistem layanan perbankan terintegrasi. Bagi perusahaan yang baru membuka rekening pembayaran, termasuk entitas investasi asing (FDI), tersedia berbagai kemudahan transaksi yang mencakup layanan e-banking, manajemen gaji, hingga perdagangan valuta asing. Inisiatif ini menegaskan komitmen HDBank sebagai mitra strategis yang proaktif dalam mendukung stabilitas dan akselerasi pertumbuhan dunia bisnis saat ini.