PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi milik konsorsium Grup Saratoga dan Provident Capital, berencana melebarkan sayap usahanya ke sektor baru. Perusahaan kini tengah menjajaki penyediaan jasa gerbang akses internet atau Network Access Point (NAP) guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
Sekretaris Perusahaan TBIG, Helmy Yusman Santoso, menjelaskan bahwa langkah ekspansi ini didukung oleh kesiapan kapasitas dan kapabilitas infrastruktur perseroan yang sudah matang. Selama ini, pilar bisnis utama TBIG berfokus pada penyewaan ruang menara untuk penempatan antena dan perangkat transmisi sinyal nirkabel melalui kontrak jangka panjang dengan berbagai operator seluler.
Keputusan merambah bisnis NAP ini didasari oleh meningkatnya permintaan dari segmen korporasi (Business-to-Business/B2B) yang membutuhkan jaringan penghubung langsung antara distribusi internet lokal dengan jaringan utama (backbone) internasional. Manajemen memproyeksikan lini bisnis baru ini mampu menyumbang pendapatan awal sebesar Rp2,89 miliar pada tahun pertama operasionalnya.
Dengan memanfaatkan potensi pasar internal (captive market) yang kuat di lingkungan grup usaha, TBIG optimistis akumulasi pendapatan dari lini baru ini dapat menembus angka Rp915 miliar dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Sebagai langkah legalitas, emiten berkode saham TBIG tersebut dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Agustus 2026 mendatang guna memperoleh persetujuan resmi.