Hubungan ekonomi antara Indonesia dan China semakin erat, terbukti dari lonjakan drastis jumlah nasabah korporasi asal Negeri Tirai Bambu di OCBC Indonesia. Hingga Juli 2026, bank tersebut mencatat pertumbuhan nasabah bisnis China melampaui 80 persen secara tahunan (YoY), yang diiringi penggandaan volume kredit serta pendanaan dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Akselerasi pertumbuhan bisnis ini salah satunya dipicu oleh penyelenggaraan forum bisnis OCBC One Connect 2026. Mengusung tema Renewable Energy Value Chain Expansion, platform ini dirancang khusus untuk menghubungkan pelaku usaha dari kedua negara guna mengoptimalkan peluang investasi di sektor transisi energi dan keberlanjutan.

Direktur OCBC Martin Widjaja mengungkapkan bahwa forum yang digagas sejak 2023 ini kini bertransformasi menjadi wadah bisnis terkurasi yang memfasilitasi pertukaran wawasan pasar hingga perjumpaan mitra strategis. Dalam agenda tahun ini, sebanyak 40 perusahaan asal China dan 25 perusahaan Indonesia saling dipertemukan melalui sesi business matching untuk merealisasikan kerja sama konkret.

Langkah strategis ini sejalan dengan agenda nasional dalam menggenjot bauran energi baru terbarukan (EBT) yang telah mencapai 15,75 persen atau setara kapasitas 15.630 megawatt pada 2025. Perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo, turut memaparkan bahwa tren positif investasi China mendatangkan peluang besar tak hanya bagi investor, tetapi juga sektor manufaktur, penyedia teknologi, dan lembaga pembiayaan.