Penerapan teknologi pertanian modern kini mulai merambah Kota Tasikmalaya demi memperkuat ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Melalui program inovatif "Profesor Pulang Kampung", pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan sistem irigasi pintar Fertigator Otomatis Nirdaya (FONi) yang menyasar area pekarangan Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya.

Teknologi ramah lingkungan rancangan Prof. Dr. Ir. Budi Indra ini dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat perkotaan bercocok tanam di lahan terbatas. Menariknya, sistem FONi bekerja secara otomatis tanpa memerlukan olah tanah, penyiraman manual, maupun pasokan daya listrik sama sekali. Sebagai langkah awal, instalasi percontohan telah dipasang di lahan PKK setempat dengan menampung sekitar 200 tanaman hortikultura dan sayuran.

Prof. Budi Indra menjelaskan bahwa kehadiran inovasi ini bertujuan memberikan solusi praktis bagi pemenuhan kebutuhan pangan harian keluarga tanpa ketergantungan penuh pada pasar. Ia menekankan bahwa sistem ini sangat ramah pengguna dan tidak menuntut keahlian khusus dalam bidang pertanian untuk mengoperasikannya.

Hingga saat ini, pemanfaatan teknologi FONi telah menjangkau lebih dari 20 titik di berbagai wilayah Indonesia hingga merambah ke Malaysia. Khusus di Kota Tasikmalaya sendiri, teknologi ini tercatat telah diimplementasikan di lima lokasi berbeda. Penemu teknologi ini pun berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat mengintegrasikan sistem ini ke dalam kebijakan pertanian daerah.

Langkah ini mendapat respons positif dari Ketua Bidang Ketahanan Pangan PKK Kota Tasikmalaya, Susilawati Sopiati. Ia menilai efisiensi penggunaan air dan kemudahan operasional FONi sangat relevan dengan program pemberdayaan keluarga yang sedang berjalan. Saat ini, sosialisasi teknologi tersebut mulai disebarluaskan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) di tingkat kecamatan hingga kelurahan guna memperluas dampak kemandirian pangan lokal.