Pemerintah Kota Tangerang resmi memulai gelaran Festival Al-A’zhom ke-13 di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom, Senin (15/6/2026). Agenda tahunan yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah itu akan berlangsung selama 13 hari, mulai 15 hingga 27 Juni 2026.
Pembukaan festival dilakukan oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang. Tahun ini, festival menghadirkan rangkaian kegiatan bernuansa Islami yang dikemas dalam bentuk edukatif, kreatif, dan menghibur.
Sachrudin menyampaikan bahwa Festival Al-A’zhom bukan hanya kegiatan seremonial yang berulang setiap tahun. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menampilkan kreativitas.
“Alhamdulillah, baru saja kita bersama-sama membuka Festival Al-A’zhom ke-13 dan MTQ tingkat pelajar se-Kota Tangerang. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sachrudin.
Festival tahun ini mengusung tema CERIA, akronim dari Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Aman. Tema tersebut diharapkan menjadi pijakan agar seluruh kegiatan tidak hanya menarik secara hiburan, tetapi juga membawa manfaat bagi pembinaan karakter dan wawasan keislaman masyarakat.
Sachrudin menilai Festival Al-A’zhom memiliki daya tarik kuat karena mampu mendatangkan ribuan pengunjung, baik dari Kota Tangerang maupun luar daerah. Ia berharap festival ini terus dipertahankan sebagai wadah kompetisi yang sehat, kreativitas anak muda, serta penguatan nilai-nilai Islami di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan penyelenggaraan Festival Al-A’zhom tahun ini melibatkan BKPRMI Kota Tangerang di bawah naungan Dispora. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal luas.
“Kita berharap festival ini mampu bermetamorfosis menjadi agenda tahunan yang diminati masyarakat dari berbagai daerah. Peserta dan pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Tangerang, tetapi juga dari wilayah Jabodetabek hingga berbagai penjuru Tanah Air,” kata Kaonang.
Selain sebagai media syiar Islam, festival ini juga dipandang memiliki kontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung dinilai dapat berdampak pada sektor penginapan, kuliner, transportasi, hingga penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kaonang menyebut Festival Al-A’zhom dapat menjadi salah satu daya ungkit ekonomi daerah. Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat ke Kota Tangerang selama festival akan membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Selama penyelenggaraan, masyarakat dapat mengikuti dan menyaksikan berbagai agenda, mulai dari perlombaan Islami, MTQ pelajar, bazar UMKM, tablig akbar, pertunjukan seni budaya Islami, hingga hiburan religi yang dipusatkan di area Masjid Raya Al-A’zhom.