PEKANBARU – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Riau untuk memperkuat pola pikir (mindset) kewirausahaan sebelum memanfaatkan teknologi digital secara masif. Langkah strategis ini disampaikannya dalam pembukaan pelatihan pemasaran digital yang ditujukan bagi pengurus dan anggota Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Riau.

Agenda pelatihan yang berlangsung di Pekanbaru tersebut diikuti oleh perwakilan dari 17 organisasi kemasyarakatan yang bernaung di bawah kepengurusan BMIWI Riau. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis komunitas, dengan fokus utama memperkokoh fondasi dasar dalam menjalankan roda usaha di era modern.

Dalam pemaparannya, Hendry mengingatkan bahwa kegagalan sebagian besar pelaku usaha pemula disebabkan oleh orientasi hasil yang instan tanpa ditopang oleh kesiapan mental yang matang. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan mentalitas tangguh agar bisnis yang dirintis tidak mudah goyah oleh dinamika pasar.

'Pondasi utama dari UMKM terletak pada cara berpikir bisnisnya. Jika aspek dasar ini rapuh, usaha sebesar apa pun berisiko runtuh dengan cepat. Kita harus menghindari fenomena gelembung bisnis yang rentan pecah, dan mulai membangun usaha secara bertahap namun berkelanjutan,' ujar Hendry.

Setelah memiliki pemahaman bisnis yang kuat, langkah selanjutnya adalah peningkatan kompetensi teknis, terutama dalam aspek pemasaran digital dan perluasan jejaring (networking). Pemanfaatan teknologi modern dinilai menjadi instrumen vital agar produk-produk lokal di Riau mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Sebagai mitra kerja Komisi VII DPR RI, ia berkomitmen untuk terus mengawal program pembinaan pelaku usaha secara berkala dan berkelanjutan di Riau. Melalui penguatan jiwa kewirausahaan ini, diharapkan UMKM binaan di daerah dapat bertransformasi menjadi sektor ekonomi riil yang mandiri dan berdaya saing nasional.