Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Sebanyak 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap yang tersebar di 17 kabupaten akan ditransformasikan agar mampu menyediakan layanan medis spesialistik secara terintegrasi.
Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas fasilitas, rehabilitasi infrastruktur gedung, pengadaan alat kesehatan modern, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) klinis, hingga pembentukan jaringan pengampuan layanan spesialis. Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen Bersama (SPKB) yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan.
Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menjelaskan bahwa program bertajuk "Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah 2026" ini telah melewati berbagai tahapan sejak awal tahun. Prosesnya meliputi pemetaan wilayah, verifikasi lapangan, peninjauan usulan dari pemerintah daerah, hingga finalisasi rancangan teknis bangunan.
Sulaiman menekankan pentingnya SPKB sebagai kesepakatan dua arah antara Gubernur Sumut dan para Bupati terkait. Komitmen tertulis ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan operasional, pemeliharaan sarana, pengelolaan aset yang tertib, serta kesiapan transisi Puskesmas menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Adapun 17 daerah yang menjadi lokus program ini meliputi Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbanghasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdangbegagai, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimi, menargetkan penandatanganan SPKB dapat terlaksana secara resmi pada akhir Agustus 2026. Faisal menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembenahan fisik gedung, melainkan modernisasi sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh, termasuk integrasi layanan rujukan dan optimalisasi teknologi telemedisin.