Industri perhotelan di Kota Semarang kini menghadapi tantangan besar menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Pembatasan ketat terhadap penyelenggaraan rapat dan pertemuan di hotel berdampak langsung pada merosotnya pendapatan dari sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang sebelumnya menjadi tumpuan utama pemasukan.
General Manager Rooms Inc Hotel Semarang, Kusnadi, mengungkapkan bahwa dampak kebijakan tersebut sangat terasa. Kontribusi pendapatan dari segmen MICE di hotelnya kini merosot drastis hingga tersisa 20 persen saja dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini memaksa pihak manajemen untuk memutar otak agar bisnis tetap bertahan di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Sebagai langkah strategis, Rooms Inc Hotel kini lebih agresif menggarap pasar gaya hidup (lifestyle) dan segmen korporasi swasta. Director of Sales & Marketing Rooms Inc Hotel Semarang, Theresia Pramengnugraheni, menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan berbagai inovasi, termasuk pembukaan outlet kuliner Churato di DP Mall Semarang serta menggelar aktivasi hiburan seperti pertunjukan musik langsung untuk menarik minat pengunjung publik.
Strategi diversifikasi ini terbukti membuahkan hasil positif, dengan outlet baru yang mampu mencatatkan omzet harian rata-rata mencapai Rp6 juta. Selain itu, pihak hotel tengah memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan perbankan, dengan target pertumbuhan pendapatan dari segmen korporasi sebesar 20 persen sepanjang tahun ini.
Meski segmen MICE mengalami pelemahan, tingkat okupansi kamar di Rooms Inc Hotel tetap menunjukkan performa yang solid di angka 78 hingga 80 persen. Bahkan, pada puncak libur sekolah Juni-Juli 2026, tingkat hunian sempat menyentuh angka 88 persen yang didominasi oleh wisatawan keluarga dari Jakarta, Semarang, dan berbagai wilayah di Jawa Tengah.