PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura di bawah naungan Bank Mandiri, resmi mengumumkan investasi perdananya di tahun ini dengan menyuntikkan dana ke DORÉ by LeTAO. Langkah strategis ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis produsen kue premium bergaya Jepang tersebut di pasar tanah air.
Direktur Utama MCI, Ronald Samuel Simorangkir, mengungkapkan bahwa dana segar ini akan dialokasikan untuk kebutuhan ekspansi gerai baru selama tiga hingga lima tahun mendatang. Selain itu, investasi ini juga akan difokuskan pada peremajaan mesin produksi guna mendongkrak kapasitas pembuatan kue.
Ronald menekankan bahwa MCI menerapkan prinsip investasi yang terukur dan transparan. Setiap rencana alokasi dana per gerai harus memiliki kalkulasi bisnis yang matang dan disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam kesepakatan ini, MCI memosisikan diri sebagai pemegang saham minoritas eksternal pertama setelah pendiri DORÉ.
Di sisi lain, Direktur Keuangan MCI, Wisnu Setiadi, menjelaskan bahwa mereka menargetkan pertumbuhan bisnis yang sehat secara berkelanjutan, bukan sekadar ekspansi yang agresif. Wisnu menilai DORÉ, yang telah beroperasi selama lebih dari satu dekade, memiliki komitmen kuat pada kualitas produk layaknya budaya kerja pengrajin Jepang (Shokunin Kishitsu). Untuk penentuan lokasi gerai baru di Jakarta dan sekitarnya, MCI akan memanfaatkan analisis data transaksi dari ekosistem Bank Mandiri.
Co-founder sekaligus CEO DORÉ, Andy Pangestu, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyebut peningkatan fasilitas produksi sebagai salah satu fokus utama pasca-pendanaan untuk menjaga daya saing produk. Selain memperkuat pasar Jakarta, pihaknya juga mulai melirik potensi ekspansi ke kota-kota besar lainnya di luar ibu kota. Saat ini, DORÉ mengoperasikan dua lini merek, yakni toko ritel DORÉ by LeTAO serta konsep semi-kafe DORÉ C yang menawarkan sajian porsi personal.