Kementerian Sains dan Teknologi (MST) resmi mengusulkan skema subsidi bunga pinjaman sebesar 50 persen bagi perusahaan yang berkomitmen melakukan investasi, transfer, serta inovasi teknologi. Melalui program Dana Inovasi Teknologi Nasional (NATIF), kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban finansial dunia usaha sekaligus mempercepat transformasi digital nasional sesuai dengan arahan Resolusi 57-NQ/TW.
Dalam lokakarya yang digelar 10 Juli lalu, Menteri Sains dan Teknologi, Vu Hai Quan, menegaskan bahwa sektor swasta harus menjadi pilar utama dalam ekosistem inovasi. Negara akan hadir sebagai fasilitator dengan memberikan dukungan subsidi bunga maksimal enam persen per tahun untuk jangka waktu hingga lima tahun. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan biaya investasi teknologi tinggi yang seringkali menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha.
Direktur NATIF, Bui Quang Minh, menjelaskan bahwa skema ini tetap mengedepankan prinsip pasar di mana bank komersial tetap memegang kendali penuh dalam penilaian risiko dan keputusan pemberian kredit. Pemerintah berperan sebagai pemberi stimulus yang diharapkan mampu menciptakan efek pengungkit (leverage) dalam memobilisasi modal sosial ke arah kegiatan produktif berbasis teknologi.
Sebagai langkah awal, kebijakan ini akan diujicobakan kepada 20 perusahaan terpilih hingga September 2026. Fokus utama fase uji coba adalah mengevaluasi koordinasi antara pemerintah, perbankan, dan sektor industri sebelum nantinya regulasi ini diperluas secara nasional. Proyek yang diprioritaskan meliputi penerapan teknologi strategis dan teknologi tinggi yang memiliki dampak ekonomi luas.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memicu keberanian dunia usaha untuk mengadopsi teknologi mutakhir, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas serta daya saing bangsa di kancah global. Selain mengurangi ketergantungan pada modal sendiri, dukungan ini menjadi sinyal kuat pemerintah dalam memfasilitasi aliran kredit yang lebih inklusif bagi pengembangan riset dan teknologi di sektor riil.