Stigma negatif sering kali melekat pada sejumlah jenis camilan lantaran dianggap tinggi kandungan lemak dan kolesterol. Namun, para ahli gizi kini menekankan bahwa penilaian terhadap suatu makanan sebaiknya tidak hanya bertumpu pada satu aspek nutrisi, melainkan profil gizi secara menyeluruh.
Telur, misalnya, kerap dihindari karena kandungan kolesterolnya. Padahal, penelitian terkini menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan memiliki pengaruh yang minimal terhadap kadar kolesterol darah. Ahli gizi Lindsey Joe menyebutkan, bagi orang dewasa yang sehat, konsumsi satu butir telur setiap hari justru dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung.
Selain telur, daging olahan seperti dendeng atau stik daging sering kali disalahpahami. Meski mengandung natrium, produk berbahan dasar potongan daging rendah lemak ini adalah sumber protein berkualitas yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kuncinya terletak pada pemilihan produk dengan kadar natrium yang terkontrol, yakni di bawah 300 miligram per porsi.
Popcorn juga masuk dalam daftar camilan sehat, terutama karena statusnya sebagai biji-bijian utuh yang kaya akan serat. Agar manfaatnya maksimal, para ahli menyarankan untuk mengolah popcorn sendiri di rumah dengan meminimalkan penggunaan mentega, atau memilih produk kemasan dengan kandungan natrium rendah.
Melengkapi daftar tersebut, para ahli turut merekomendasikan konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta kacang arab panggang. Kandungan serat, kalium, dan lemak tak jenuh dalam bahan-bahan alami ini berperan vital dalam menjaga kestabilan tekanan darah sekaligus menekan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.