STMIK PGRI Arungbinang Kebumen (STMIK Kebumen) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pionir institusi pendidikan teknologi di wilayah Jawa Tengah Selatan. Melalui implementasi metode Project Based Learning (PBL), para mahasiswa program studi S1 Teknologi Informasi berhasil mengembangkan tiga aplikasi inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi pengguna.

Dosen pengampu mata kuliah, Ammar Fauzan, M.Kom., menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran ini sengaja diterapkan untuk menantang mahasiswa menciptakan produk digital yang solutif. Adapun ketiga karya tersebut meliputi Smart Financial Planner karya Nisrina Yumna Qurrotu’ain yang membantu pengelolaan keuangan bagi mahasiswa perantauan, serta Ringkas AI gubahan Vicky Ardiansyah yang berfungsi untuk mengefisiensi waktu belajar melalui ringkasan materi otomatis.

Selain itu, terdapat aplikasi NewsCraft AI karya Achmad Charis Muhlasin yang ditujukan bagi pelaku industri kreatif. Teknologi ini memungkinkan penulisan konten berita secara otomatis dengan opsi gaya bahasa yang beragam, menyesuaikan kebutuhan pasar media modern saat ini.

Ketua STMIK Kebumen, Muhyat AS, mengapresiasi capaian mahasiswanya dan menegaskan posisi kampus sebagai inkubator teknologi. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa pendidikan tinggi harus mampu melahirkan inovasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas di tengah tantangan era digital.

Seiring dengan visi untuk menjadi perguruan tinggi unggulan, kampus yang telah bertransformasi sejak Juli 2024 ini kini tengah mempersiapkan ekspansi akademik dengan rencana penambahan empat program studi baru. Langkah ini diambil guna memperkuat peran STMIK Kebumen dalam mencetak talenta digital yang kompetitif di tingkat nasional.