Pemerintah Kabupaten Lampung Timur secara resmi mulai mengintegrasikan teknologi modern ke dalam sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui uji coba budi daya tanaman cabai berbasis Smart Farming yang berlokasi di Desa Marga Toto, Kecamatan Metro Kibang.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, yang meninjau langsung lahan percontohan seluas satu hektare tersebut, menekankan bahwa digitalisasi sektor pertanian adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, penerapan teknologi ini bukan sekadar inovasi, melainkan strategi krusial untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar yang lebih luas.
Sistem Smart Farming sendiri mengandalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan Internet of Things (IoT) dan sensor otomatis. Dengan sistem ini, para petani mampu memantau kondisi tanaman secara real-time, mulai dari kebutuhan irigasi hingga pengaturan pemupukan yang presisi. Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan panen dan menekan biaya operasional yang selama ini membebani petani.
Lebih lanjut, Bupati Ela berharap modernisasi ini dapat menjadi standar baru bagi praktik pertanian di Lampung Timur. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani, diharapkan inovasi ini mampu mentransformasi sektor pertanian menjadi lebih adaptif terhadap perubahan iklim serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani secara berkelanjutan.