Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut untuk terus berinovasi dalam meningkatkan daya saing. Salah satu model pengelolaan yang dinilai potensial untuk direplikasi adalah sistem waralaba kuliner modern seperti Warteg Kharisma Bahari, yang menggabungkan efisiensi harga dengan standar layanan prima.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyatakan bahwa lanskap persaingan sektor kuliner saat ini telah bergeser. Menurutnya, kesuksesan usaha tidak lagi sekadar bergantung pada harga murah, melainkan pada konsistensi kualitas produk, higienitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Adaptasi terhadap model bisnis yang lebih modern dianggap sebagai langkah strategis agar UMKM lokal mampu bertahan dan memperluas pangsa pasar mereka. Idah menambahkan, kolaborasi erat dengan para penyuplai lokal juga menjadi kunci penting untuk memperkuat rantai pasok sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi daerah.

Sementara itu, pemilik gerai Warteg Kharisma Bahari Gorontalo, Alham Prasogo Habibie, mengungkapkan bahwa keputusannya membuka usaha ini didasari oleh besarnya potensi pasar makanan siap saji yang higienis namun tetap ramah di kantong masyarakat setempat. Konsep warung tegal modern ini dinilai baru dan memiliki ruang tumbuh yang besar di wilayah tersebut.

Guna menyesuaikan dengan lidah masyarakat setempat, gerai ini melakukan penyesuaian cita rasa pada beberapa menu sajian. Selain itu, mereka juga merangkul pelaku usaha rumahan dengan memasarkan produk kue tradisional lokal, serta membuka layanan katering untuk menjangkau sektor perkantoran demi menciptakan dampak ekonomi berganda bagi komunitas sekitar.